Showing posts with label cerita. Show all posts
Showing posts with label cerita. Show all posts

Triple Filter Test


Di Yunani kuno, Socrates terkenal memiliki pengetahuan yang tinggi dan sangat terhormat.

Suatu hari seorang kenalannya bertemu dengan filsuf besar itu dan berkata, "Tahukah Anda apa yang saya dengar tentang teman Anda?"

"Tunggu sebentar," Socrates menjawab. "Sebelum Anda menceritakan apapun pada saya, saya akan memberikan suatu test sederhana yang disebut Triple Filter Test.

● Filter petama adalah KEBENARAN.
"Apakah Anda yakin bahwa apa yang akan Anda katakan pada saya itu benar?"
"Tidak," jawab orang itu, "Sebenarnya saya HANYA MENDENGAR tentang itu."
"Baik," kata Socrates. "Jadi Anda tidak yakin itu benar. Baiklah sekarang saya berikan filter yang kedua.

Ilustrasi Kopi Manis


Sekedar obrolan seputar kopi ...

Ayah : Tolong buatkan kopi dua gelas untuk kita berdua nak, tapi gulanya jangan engkau tuang dulu, bawa saja ke mari beserta wadahnya.

Anak : Baik, ayah

Tidak berapa lama, anaknya sudah membawa dua gelas kopi yang masih hangat dan gula di dalam wadahnya beserta sendok kecil.

Ayah : Cobalah kamu rasakan kopimu nak , bagaimana rasa kopimu?

Anak : rasanya sangat pahit sekali ayah

Ayah : Tuangkanlah sesendok gula, aduklah, bagaimana rasanya?

Anak : Rasa pahitnya sudah mulai berkurang, ayah

Ayah : Tuangkanlah sesendok gula lagi, aduklah, bagaimana rasanya?

Anak : Rasa pahitnya sudah berkurang banyak, ayah

Ayah : Tuangkanlah sesendok gula lagi, aduklah, bagaimana rasanya?

Anak : Rasa manis mulai terasa tapi rasa pahit juga masih sedikit terasa, ayah

Ayah : Tuangkanlah sesendok gula lagi, aduklah, bagaimana rasanya?

Anak : Rasa pahit kopi sudah tidak terasa, yang ada rasa manis, ayah

Ternyata Setelah Berdoa, Kita Banyak Kehilangan

Suatu kali ada orang bertanya
kepada seorang ibu yang suka berdoa.

"Apa yang Ibu dapat dengan berdoa secara teratur kepada Tuhan?"

Si ibu menjawab :
"Tidak ada yang saya dapat, malah saya banyak kehilangan"

Tetapi, saya akan beritahu kepada Anda, apa-apa saja yang hilang itu.

Ternyata yang hilang :
• kekuatiran
• kemarahan
• depresi
• kecewa
• sakit-hati
• keserakahan
• ketakutan
• ketidak nyamanan
• kebencian/dendam

Kadangkala jawaban untuk doa kita bukan "apa yang kita dapat", tapi justru "apa yang hilang" dari kehidupan kita.

Renungan Seorang Anak


Orang yang mencintai hingga kita menutup mata ialah IBU.
Orang yang mencintai kita dengan tiada ekpresi mata ialah BAPAK.

IBU - Memperkenalkan kita kepada dunia.
BAPAK - Memperkenalkan dunia kepada kita.

IBU - Membawa kita kepada kehidupan.
BAPAK - Membawa kehidupan kepada kita.

IBU - Menjaga kita supaya tidak lapar.
BAPAK - Membuat kita tahu makna lapar.

IBU - Memberi kita Kasih Sayang.
BAPAK - Memberi kita Tanggung Jawab.

IBU - Mengajar kita supaya tidak terjatuh.
BAPAK - Mengajar kita bangun bila terjatuh.

IBU - Mengajarkan kita untuk Berjalan.
BAPAK - Mengajarkan kita jalan Hidup.

IBU - Mengajar kita melalui Pengalamannya.
BAPAK - Mengajar kita untuk mendapatkan Pengalaman.

IBU - Memperkenalkan Ideologi.
BAPAK - Memperkenalkan Realitas.

KASIH IBU diketahui semenjak kita dilahirkan.
KASIH BAPAK diketahui bila dia sudah tiada.

Kasihilah BAPAK kita selagi masih hidup.
Sayangilah IBU kita selagi masih hidup.

Selagi mereka masih ada.... rumah tidak akan berseri tanpa kehadiran anak, tapi rumah akan lebih sunyi bila IBU & BAPAK sudah tiada....

Ini sekadar renungan bersama buat kita sebagai ANAK dan sebagai IBU BAPAK bagi anak-anak kita.

Cara Mengatasi Malu Karena Masa Lalu

Tidak ada "orang baik" yang tidak punya masa lalu,

Dan tidak ada "orang jahat" yang tidak punya masa depan.

Setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk berubah menjadi lebih baik.

Bagaimanapun masa lalunya dahulu, sekelam apa lingkungannya dulu, dan seburuk apa perangainya di masa lampau.

Berilah kesempatan seseorang untuk berubah.

Jangan melihat seseorang dari masa lalunya.

Jangan memandang seseorang dari status dan hartanya.

Intinya,

Jangan memandang remeh seseorang karena masa lalu dan lingkungannya, karena bunga teratai tetap mekar cantik meski tinggal di air yang kotor.

Maka untuk jadi hebat yang diperlukan adalah kuatnya tekad.

Tak perlu pusingkan masa lalu, tak perlu malu dengan tempat asalmu, jika kau mau.

Kau bisa menjadi laksana bunga teratai yang tinggal di air yang kotor namun tetap mekar mengagumkan.

Berubah dan bangkit jauh lebih indah dari pada diam dan hanya bermimpi tanpa melakukan tindakan apapun.

John Paul Dejoria dari Anggota Geng L.A. Menjadi Pengusaha Miliaran


Sebagai generasi pertama Amerika, DeJoria mengalami kesulitan hidup dari awal.

Orang tuanya yang berasal dari Yunani dan Italia bercerai ketika ia berumur dua tahun, dan dia menjual kartu Natal dan koran untuk membantu menghidupi keluarganya sebelum ia berumur 10 tahun. Dia akhirnya dikirim untuk tinggal di sebuah rumah asuh di Los Angeles.

DeJoria menghabiskan separuh waktunya dengan geng L.A. sebelum bergabung militer. Setelah itu ia mencoba menjadi karyawan di Redken Laboratories, ia mengambil pinjaman $ 700 dolar dan menciptakan John Paul Mitchell Systems. Dia menjajakan shampoo door-to-door perusahaan, dan tinggal hanya di mobilnya saat melakukan usaha itu.

Tapi jerih payahnya ternyata tidak sia-sia, akhirnya kualitas produknya pun tidak dapat dipungkiri, dan sekarang JPM Sistem memiliki pendapatan tahunan hampir $ 1 miliar. Ia juga menciptakan Patron Tequila dan memiliki perusahaan dalam berbagai industri, dari berlian sampai ponsel.

Cerita Penembak Tangan Kanan yang Menjadi Kidal


Takacs, seorang sersan di tentara Hungaria, adalah anggota dari kejuaraan dunia tim menembak (pistol) bangsanya.

Pada usia 28, sebuah granat meledak di tangan kanannya, sehingga ia tidak bisa menggunakannya lagi. Dia belajar sendiri untuk menembak kidal dan 10 tahun kemudian, menetapkan rekor Olimpiade dunia dengan 580 poin dan memenangkan medali emas di Olimpiade 1948 di London. Ia memenangkan medali emas kedua dengan 579 poin di Olimpiade 1952 di Helsinki, lagi menggunakan tangan kirinya. Pada usia 46, Takacs muncul terakhirnya di Olimpiade, dan meraih tempat kedelapan di Melbourne pada tahun 1956.

Mengapa Kita Berteriak Saat Marah?

Konon ketika seorang ibu sedang bermain dengan anaknya di sawah, ia melihat ada keluarga yang sedang bertengkar, saling berteriak.

Ia berpaling ke anak-anaknya dan bertanya :
"Kenapa orang suka saling berteriak kalau sedang marah ?"

"Kenapa harus berteriak pada orang yang ada di sebelahnya ?

Akhirnya Sang Bunda bertutur :

"Bila dua orang bermarahan, hati mereka sangat menjauh.

Untuk dapat menempuh jarak yang jauh itu, mereka harus berteriak agar terdengar. Semakin marah, semakin keras teriakannya karena jarak kedua hati pun semakin jauh."

"Apa yang terjadi saat dua insan jatuh cinta ?"

Mereka tidak berteriak satu sama lain.

Mereka berbicara lembut karena hati mereka berdekatan.

Tidak ada jarak antara kedua hati".

"Bila mereka semakin saling mencintai, apa yang terjadi ?

Mereka tidak lagi bicara. Hanya berbisikan dan saling mendekat dalam kasih-sayang. Akhirnya mereka bahkan tidak perlu lagi berbisikan. Mereka cukup saling memandang. Itu saja.

Sedekat itulah dua insan yang saling mengasihi."

Sang bunda memandang anak-anaknya dan mengingatkan dengan lembut :

"Jika terjadi pertengkaran, jangan biarkan hati menjauh.

Jangan ucapkan perkataan yang membuat hati kian menjauh.

Karena jika kita biarkan, suatu hari jaraknya tidak lagi bisa ditempuh"...

Dapatkan inspirasi dan motivasi hidup seperti ini dari Kutipan Anda dengan mendaftar email Anda di >> http://eepurl.com/b93T-1

Harga Sebuah Baju


Seorang lelaki kaya nan sombong berjalan di keramaian pasar. Seorang wanita paruh baya penjual minyak, dengan kendi di atas kepala, ember ditangan kanan, melintas di hadapan nya. Lelaki itu bertanya : "Wahai wanita, dagangan apa yang engkau bawa?",

Yang ditanya menjawab : "minyak tuan."

"Coba aku pingin lihat" lelaki itu berkata dengan nada suara datar.

Susah payah wanita paruh baya itu menaruh ember yang ia bawa lalu berusaha menurunkan kendi dan ..

"Tes .. tes " gemetar tangan si wanita membuat kendi berguncang, sedikit minyak tumpah , menetes mengenai baju lelaki itu.

Seketika amarah lelaki itu meledak tanpa belas kasihan ia menghardik wanita malang penjual minyak itu :

"Aku tidak terima, kau harus membayar bajuku yang engkau kotori ini "

"Maaf tuan, saya tidak sengaja, maafkanlah saya" wanita itu bersimpuh memelas & menghiba.

"Enak saja, tidak bisa! ayo bayar bajuku ini "bertambah tinggi suara amarah lelaki itu.

Tak berdaya dengan suara lirih wanita malang itu memberanikan diri bertanya

"Memangnya berapa harga baju tuan ini?"

"Baju ini harganya 1000 dinar .. ayo bayar!!!"

Kaget sekali wanita itu, ia menghiba "Dari mana uang sebanyak itu tuan? Saya ini wanita miskin"

Emosi dan kesombongan lelaki itu memuncak :

"Aaah, saya tidak mau tahu itu. Baju yang kau kotori ini harus kau bayar"

Pemandangan ini menyebabkan terhentinya langkah seorang lelaki muda. Ia lalu berdiri disisi wanita malang itu sambil berkata :

"Ini uang 1000 dinar, biar baju tuan yang mulia ini saya bayar "

Ia mengeluarkan kantung uang dari saku bajunya dan memberikannya pada lelaki jumawa yang lalu menerima dan menghitung uang 1000 dinar dgn mata berbinar.

Wanita itu berterimakasih berkali-kali pada lelaki muda dewa penolongnya itu.

Merasa uang yang ia inginkan sudah diperoleh laki-laki sombong itu segera melangkah pergi.

"Eeh nanti dulu " hardik lelaki muda itu.

"Ada apa lagi ?" balasnya ketus

Dengan tenang lelaki muda itu berkata : "Kan sudah saya bayar bajumu itu, sini berikan baju itu padaku, itu baju milikku "

Terbelalak mata lelaki sombong itu berkata: "Lha jadi saya berjalan di pasar ini telanjang bulat "

Ketus lelaki muda menjawab: " itu bukan urusan saya, bawa sini saya sudah bayar 1000 dinar. itu baju milik saya "

Orang-orang yang sedari tadi berkerumun dan geram dengan kelakuan si lelaki sombong rame-rame berteriak : "Ayo buka bajunya"

"Serahkan bajunya, itu bukan milikmu "

Merasa terpojok dengan suara memelas si sombong menundukkan kepala berkata pada lelaki muda : "ini ambil kembali uangmu ini. Aku tidak jadi menjual bajuku ini "

Laki-laki muda berkata : "Siapa bilang saya mau menjual baju itu? Saya tidak ingin menjualnya, sini serahkan bajuku"

Pucat pasi wajah si lelaki sombong, ia menghiba : "Tolonglah, jual kembali baju ini padaku"

Setelah memohon berkali-kali akhirnya laki-laki muda itu berkata : "Baiklah, tapi karena baju itu milikku. Aku tidak akan menjualnya kecuali dengan harga 2000 dinar"

Pahit dirasa ludah yang terpaksa ditelan laki-laki sombong itu demi mendengar omongan ini.

Dengan wajah yang tetap menunduk ia lalu merogoh koceknya 2000 dinar. Menyerahkannya pada lelaki muda dan secepatnya berlalu pergi diiringi riuh rendah suara sorakan orang-orang di pasar itu.

Laki-laki muda itu lalu mengulurkan uang 2000 dinar itu pada wanita penjual minyak yang sedari tadi masih terduduk bersimpuh di dekatnya.

"Ibu, ini hadiah dariku untukmu"

Barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan.

Surat seorang Kepsek di Singapura ke orang tua murid


K
epada Para Orangtua,

Ujian anak Anda akan dimulai sebentar lagi. Saya tahu Anda cemas dan berharap anak Anda berhasil dalam ujiannya.

Tapi, mohon diingat, di tengah-tengah para pelajar yang akan menjalani ujian itu, ada calon seniman, yang tidak perlu mengerti Matematika.

Ada calon pengusaha, yang tidak butuh pelajaran Sejarah atau Sastra.

Ada calon musisi, yang nilai Kimia-nya tak akan berarti.

Ada calon olahragawan, yang lebih mementingkan fisik daripada Fisika... di sekolah.

Ada calon photografer yang lebih berkarakter dengan sudut pandang art berbeda yang tentunya ilmunya bukan dari sekolah ini.

Sekiranya anak Anda lulus menjadi yang teratas, hebat! Tapi bila tidak, mohon jangan rampas rasa percaya diri dan harga diri mereka.

Katakan saja: "tidak apa-apa, itu hanya sekedar ujian." Anak-anak itu diciptakan untuk sesuatu yang lebih besar lagi dalam hidup ini.

Katakan pada mereka, tidak penting berapapun nilai ujian mereka, Anda mencintai mereka dan tak akan menghakimi mereka.

Lakukanlah ini, dan di saat itu, lihatlah anak Anda menaklukkan dunia. Sebuah ujian atau nilai rendah takkan mencabut impian dan bakat mereka.

Dan mohon, berhentilah berpikir bahwa hanya dokter dan insinyur yang bahagia di dunia ini.

Hormat Saya


Kepala Sekolah

Takut Melepaskan Kenyamanan


Suatu hari seorang Raja mendapat hadiah 2 ekor anak burung elang.

Lalu dia berpikir, akan bagus sekali jika elang ini dilatih untuk terbang tinggi. Tentu akan lebih indah lagi. Ia memanggil pelatih burung yang tersohor di negerinya untuk melatih 2 elang ini.

Setelah beberapa bulan, pelatih burung ini melapor : Seekor elang telah terbang tinggi & melayang-layang di angkasa. namun yang seekor lagi tidak beranjak dari pohonnya

Raja pun memanggil semua ahli hewan untuk memeriksa elang kesayangannya ini namun tidak ada yang berhasil "menyembuhkan" & membuat elang ini terbang.

Berbagai usaha telah dilakukan, tetapi elang ini tidak kunjung bergerak dari dahannya.

Kemudian ia bertemu dengan petani yang sangat mengenal akan sifat elang & Raja meminta bantuan petani itu.

Keesokan harinya ketika Raja mengunjungi elang ini, ia kaget melihat elang ini sudah terbang tinggi.

Dengan penuh penasaran Raja bertanya kepada petani, apa yang ia lakukan.

Petani menjawab,

"Saya hanya memotong cabang pohon yang selama ini dihinggapinya ... DAHAN itu yang membuatnya NYAMAN".

Kita dilahirkan untuk sukses, kita ditakdirkan untuk terbang tinggi, namun, ada yang memegang erat, yaitu ketakutan; tidak ada yang mau melepaskan ketakutan itu & tidak beranjak dari posisinya.

Atau kadang kita terlalu memegang zona kenyamanan, hingga takut & tidak mau melepaskannya.., takut gagal.., takut kecewa..

Lepaskan segala ketakutan itu, lepaskan zona kenyamanan itu, kenali diri anda & tumbuhkan kekuatan & rasa percaya diri anda. Maka anda akan "terbang tinggi ".

Tanpa kita sadari,

ALLAH sesekali " Memotong " DAHAN KENYAMANAN kita, supaya iman kita bertumbuh & naik ke level yang lebih tinggi.

Berilah Maka Engkau Diberi


Pada suatu hari seorang pria melihat seorang wanita lanjut usia sedang berdiri kebingungan di pinggir jalan. Meskipun hari agak gelap, pria itu dapat melihat bahwa sang nyonya sedang membutuhkan pertolongan. Maka pria itu menghentikan mobilnya di depan mobil Benz wanita itu dan keluar menghampirinya. Mobil Pontiac-nya masih menyala ketika pria itu mendekati sang nyonya.

Meskipun pria itu tersenyum, wanita itu masih ketakutan. Tak ada seorangpun berhenti menolongnya selama beberapa jam ini. Apakah pria ini akan melukainya? Pria itu kelihatan tak baik. Ia kelihatan miskin dan kelaparan.

Sang pria dapat melihat bahwa wanita itu ketakutan, sementara berdiri disana kedinginan. Ia mengetahui bagaimana perasaan wanita itu. Ketakutan itu membuat sang nyonya tambah kedinginan.

Kata pria itu, "Saya di sini untuk menolong anda, Nyonya. Masuk ke dalam mobil saja supaya anda merasa hangat! Ngomong-ngomong, nama saya Bryan Anderson ."

Wah, sebenarnya ia hanya mengalami ban kempes, namun bagi wanita lanjut usia seperti dia, kejadian itu cukup buruk. Bryan merangkak ke bawah bagian sedan, mencari tempat untuk memasang dongkrak. Selama mendongkrak itu beberapa kali jari-jarinya membentur tanah. Segera ia dapat mengganti ban itu.. Namun akibatnya ia jadi kotor dan tangannya terluka.

Ketika pria itu mengencangkan baut-baut roda ban, wanita itu menurunkan kaca mobilnya dan mencoba ngobrol dengan pria itu. Ia mengatakan kepada pria itu bahwa ia berasal dari St. Louis dan hanya sedang lewat di jalan ini. Ia sangat berutang budi atas pertolongan pria itu.

Bryan hanya tersenyum ketika ia menutup bagasi mobil wanita itu. Sang nyonya menanyakan berapa yang harus ia bayar sebagai ungkapan terima kasihnya. Berapa pun jumlahnya tidak menjadi masalah bagi wanita kaya itu. Ia sudah membayangkan semua hal mengerikan yang mungkin terjadi seandainya pria itu tak menolongnya.

Bryan tak pernah berpikir untuk mendapat bayaran. Ia menolong orang lain tanpa pamrih. Ia biasa menolong orang yang dalam kesulitan, dan Tuhan mengetahui bahwa banyak orang telah ditolong dirinya pada waktu yang lalu. Ia biasa menjalani kehidupan seperti itu, dan tidak pernah ia berbuat hal sebaliknya.

Pria itu mengatakan kepada sang nyonya bahwa seandainya ia ingin membalas kebaikannya, pada waktu berikutnya wanita itu melihat seseorang yang memerlukan bantuan, ia dapat memberikan bantuan yang dibutuhkan kepada orang itu, dan Bryan menambahkan, "Dan ingatlah kepada saya."

Bryan menunggu sampai wanita itu menyalakan mobilnya dan berlalu. Hari itu dingin dan membuat orang depresi, namun pria itu merasa nyaman ketika ia pulang ke rumah, menembus kegelapan senja.

Beberapa kilometer dari tempat itu sang nyonya melihat sebuah kafe kecil. Ia turun dari mobilnya untuk sekedar mencari makanan kecil, dan menghangatkan badan sebelum pulang ke rumah. Restoran itu nampak agak kotor. Di luar kafe itu ada dua pompa bensin yang sudah tua. Pemandangan di sekitar tempat itu sangat asing baginya.

Sang pelayan mendatangi wanita itu dan membawakan handuk bersih untuk mengelap rambut wanita itu yang basah. Pelayan itu tersenyum manis meskipun ia tak dapat menyembunyikan kelelahannya berdiri sepanjang hari. Sang nyonya melihat bahwa pelayan wanita itu sedang hamil hampir delapan bulan, namun pelayan itu tak membiarkan keadaan dirinya mempengaruhi sikap pelayanannya kepada para pelanggan restoran. Wanita lanjut itu heran bagaimana pelayan yang tidak punya apa-apa ini dapat memberikan suatu pelayanan yang baik kepada orang asing seperti dirinya.

Dan wanita lanjut itu ingat kepada Bryan .

Setelah wanita itu menyelesaikan makanannya, ia membayar dengan uang kertas $100. Pelayan wanita itu dengan cepat pergi untuk memberi uang kembalian kepada wanita itu. Ketika kembali ke mejanya, sayang sekali wanita itu sudah pergi. Pelayan itu bingung kemana perginya wanita itu.

Kemudian ia melihat sesuatu tertulis pada lap di meja itu.

Ada butiran air mata ketika pelayan itu membaca apa yang ditulis wanita itu: "Engkau tidak berutang apa-apa kepada saya.. Saya juga pernah ditolong orang. Seseorang yang telah menolong saya, berbuat hal yang sama seperti yang saya lakukan. Jika engkau ingin membalas kebaikan saya, inilah yang harus engkau lakukan: 'Jangan biarkan rantai kasih ini berhenti padamu.'"

Di bawah lap itu terdapat empat lembar uang kertas $ 100 lagi.

Wah, masih ada meja-meja yang harus dibersihkan, toples gula yang harus diisi, dan orang-orang yang harus dilayani, namun pelayan itu memutuskan untuk melakukannya esok hari saja. Malam itu ketika ia pulang ke rumah dan setelah semuanya beres ia naik ke ranjang. Ia memikirkan tentang uang itu dan apa yang telah ditulis oleh wanita itu. Bagaimana wanita baik hati itu tahu tentang berapa jumlah uang yang ia dan suaminya butuhkan? Dengan kelahiran bayinya bulan depan, sangat sulit mendapatkan uang yang cukup.

Ia tahu betapa suaminya kuatir tentang keadaan mereka, dan ketika suaminya sudah tertidur di sampingnya, pelayan wanita itu memberikan ciuman lembut dan berbisik lembut dan pelan, "Segalanya akan beres.

Aku mengasihimu suamiku Bryan Anderson...

RENUNGAN:

Ada pepatah lama yang berkata, "Berilah maka engkau diberi." Hari ini saya mengirimkan kisah menyentuh ini dan saya harapkan anda meneruskannya. Biarkan terang kehidupan kita bersinar.

Teman baik itu seperti bintang-bintang di langit. Anda tidak selalu dapat melihatnya, namun anda tahu mereka selalu ada walau mereka belum tentu selalu bisa...,

Namun 'Tuhan' mampu...

Yuk kita bagikan kebaikan hari ini minimal kepada 1 orang saja, semoga rantai ini tidak akan pernah terputus...,

Percayalah :

Energi positif itu jg dapat menular...

Mengerti Rencana Allah


Ada seorang tukang TAHU... Setiap hari ia menjual dagangannya ke pasar. Untuk sampai ke pasar, ia harus naik angkot langganannya.

Dan untuk sampai ke jalan raya, ia harus melewati pematang sawah.

Setiap pagi ia selalu berdoa kepada Tuhan agar dagangannya laris.

Begitulah setiap hari, sebelum berangkat berdoa terlebih dahulu dan pulang sore hari. Dagangannya selalu laris manis...

Suatu hari, ketika ia melewati sawah menuju jalan raya untuk naik angkot langganannya, entah kenapa tiba-tiba ia terpeleset kecemplung sawah...

Semua dagangannya jatuh ke sawah, hancur berantakan! Jangankan untung, modal pun buntung!

Mengeluh ia kepada Tuhan, bahkan "menyalahkan" Tuhan, mengapa ia diberi cobaan seperti ini? Padahal ia selalu berdoa setiap pagi.

Akhirnya ia pun pulang tidak jadi berdagang.