Di Yunani kuno, Socrates terkenal memiliki pengetahuan yang tinggi dan sangat terhormat.
Suatu hari seorang kenalannya bertemu dengan filsuf besar itu dan berkata, "Tahukah Anda apa yang saya dengar tentang teman Anda?"
"Tunggu sebentar," Socrates menjawab. "Sebelum Anda menceritakan apapun pada saya, saya akan memberikan suatu test sederhana yang disebut Triple Filter Test.
● Filter petama adalah KEBENARAN.
"Apakah Anda yakin bahwa apa yang akan Anda katakan pada saya itu benar?"
"Tidak," jawab orang itu, "Sebenarnya saya HANYA MENDENGAR tentang itu."
"Baik," kata Socrates. "Jadi Anda tidak yakin itu benar. Baiklah sekarang saya berikan filter yang kedua.
Kalau ingin memelihara kupu-kupu, jangan tangkap kupu-kupunya, pasti ia akan terbang.
Tanamlah bunga maka kupu-kupu akan datang sendiri dan membentangkan sayap-sayapnya yang indah. Bahkan bukan hanya kupu-kupu yang datang, tetapi kawanan yang lain juga: lebah, capung, dan lainnya, menambah warna warni keindahan..
Sama halnya dalam kehidupan di dunia
Ketika kita ingin kebahagiaan dan keberuntungan.
Tanam saja kebaikan demi kebaikan, kebajikan demi kebajikan, maka kebahagiaan dan keberuntungan akan datang berlimpah, bukan hanya satu, tetapi seribu..
Selagi kita masih diberi hidup, mari membangun taman-taman bunga: bunga kebaikan dan kebajikan..
Satu hal yang menjadi jelas ketika kita beranjak dari usia 20-an ke 30-an adalah betapa mudahnya persahabatan kita berakhir. Ada hal-hal nyata dan hal - hal besar yang dapat memisahkan kita satu sama lain, seperti memutuskan di mana untuk tinggal, berkomitmen untuk sekolah pascasarjana, investasi dalam karir kita, dan bahkan memulai sebuah keluarga.
Hanya sedikit waktu yang dimiliki untuk dihabiskan dengan teman-teman karena hubungan-hubungan lain yang mungkin lebih diprioritaskan, dan juga mungkin mulai merasa seperti kita hanya memiliki sedikit kesamaan daripada hubungan kita yang dahulu. Sementara itu kita seperti berada di tahap kehidupan yang berbeda dari teman-teman kita.
Tapi itu tidak menandakan akhir dari persahabatan.
Berikut ini adalah beberapa cara untuk menjaga teman-teman dekat ketika anda merasa seperti anda berada di tahap hidup yang berbeda:
1. Ingatlah apa yang menjadikan anda teman
Mungkin ada teman yang pergi tanpa memberitahu, tapi mengingat mengapa anda dulu berteman akan membawa persahabatan ke jenjang yang sangat jauh. Berbicara tentang sejarah yang anda miliki bersama, seperti lelucon dan pengalaman masa lalu, dapat membantu anda merasa dekat ketika anda berada di tempat yang berbeda walaupun mungkin tidak dapat melihat satu sama lain sesering yang anda inginkan. Itu sebabnya menemukan peluang untuk bernostalgia, tertawa, dan bahkan merasa ngeri mengingat cerita-cerita lama dan kenangan, itu sangatlah penting!
2. Membuat waktu untuk kenangan baru
Tentu selalu menyenangkan untuk mengingat masa lalu, tetapi setiap hubungan, termasuk persahabatan, tidak akan bertahan kecuali jika anda menyisihkan waktu untuk membuat kenangan baru. Mencoba aktivitas baru bersama adalah cara yang bagus untuk tetap up-to-date pada kehidupan masing-masing. Mungkin anda tidak bisa sespontan dulu, jadi rencanakan dahulu agar semua dapat menyesuaikan waktu.
Terbukalah. Bicara tentang perjuangan, rayakan keberhasilan anda, dan berbagi harapan anda untuk masa depan. Keaslian akan menjembatani kesenjangan perbedaan yang anda dan teman anda miliki.
Tentu saja, membuat kenangan baru bukan hanya tentang melakukan hal-hal bersama-sama, meskipun itu pasti membantu. Tapi juga mengenai percakapan bermakna yang membawa anda lebih dekat bersama. Media sosial memang pasti membuat kita lebih mudah untuk tetap berhubungan (terutama untuk persahabatan jarak jauh). Tapi hal ini juga menjadikan percakapan nyata lebih sulit, dan itu tidak selalu pengganti waktu yang berkualitas.
Di dunia yang serba cepat ini, kita semua sedang tergesa-gesa. Tergesa-gesa untuk sampai ke tujuan kita, tergesa-gesa untuk menjadi sukses, tergesa-gesa untuk menyelesaikan sesuatu. Kita merasa sedih saat hasilnya tidak tercapai seketika. Hidup ini adalah balapan dan kita takut tertinggal. Usia prestasi telah menurun. Anak-anak berusia lima belas tahun sedang mengembangkan kode dan menjual situs web. Pada saat berumur 25 tahun, ada yang memiliki perusahaan sendiri. Atau ada seorang musisi ulung yang telah berkeliling dunia. Dalam usia yang relatif muda, mereka sudah melakukan banyak hal. Dan itu menakut-nakuti kita.
Jika pada usia 25 tahun, Anda hanya melakukan pekerjaan biasa 9-to-5, Anda merasa tidak berharga. Semua teman Anda akan menikah dan memajang gambar bulan madu mereka ke Selandia Baru atau beberapa tujuan eksotis yang bahkan tidak terbersit dalam pikiran Anda untuk 2 tahun ke depan. Waktu hampir habis; dunia berjalan melewati Anda...
Dan Anda menemukan diri Anda masih berjuang untuk bangun dari tempat tidur.
Santailah. Tarik napas dalam-dalam. Jangan bandingkan dirimu dengan orang lain. Dunia ini penuh dengan semua jenis orang. Ada yang sukses di awal kehidupan dan ada orang yang sukses setelahnya. Ada yang menikah pada usia 25 tahun tapi bercerai pada usia 30, dan ada juga yang menemukan cinta di usia 40, tidak pernah berpisah dengan pasangannya lagi. Henry Ford berusia 45 saat merancang mobil Model T revolusionernya.
Anda unik, jangan membandingkan diri Anda dengan orang lain.
Ada yang lulus usia 22, namun menunggu 5 tahun sebelum mendapat pekerjaan yang baik; dan ada orang lain yang lulus pada usia 27 dan langsung mendapatkan pekerjaan!
Ada yang menjadi CEO di usia 25 dan meninggal pada usia 50 sementara yang lain menjadi CEO di
usia 50 dan hidup sampai 90 tahun.
Kotoran hati seperti dendam, benci, iri, dan sebagainya itu ibarat seekor kucing. Ketika kamu memberinya makan satu kali, ia akan semakin mendeka. Lalu terus memberinya makan, ia akan semakin mendekat. Bahkan merebut makanan itu dari tanganmu. Jika kamu berhenti memberinya makan, maka ia akan mencakarmu kemudian.
Sama hal nya seperti kotoran hati, semakin kita melekat padanya. Maka kita mendekat padanya, ketika semakin menggubrisnya, maka akan semakin membuat hati dan pikiran menjadi tidak damai. Bahkan kamu akan menderita karena duka. Maka cobalah untuk tidak memberinya makan, cukup ketahui bahwa ada kucing di sana.
Seketika itu hati dan pikiran lebih hening dan tenang, dan si kucing pun berlalu pergi tanpa berbekas.
Seorang wanita keluar dari rumahnya dan melihat 3 kakek tua dengan janggut putih yang panjang duduk di halaman depan rumahnya. Dia tidak mengenali mereka dan dia berkata "Saya tidak mengenal Anda, tapi Anda pasti lapar, silahkan masuk dan makan seadanya."
"Apakah suamimu ada di rumah?", Mereka bertanya.
"Tidak", kata wanita tersebut. "Dia keluar."
"Kalau begitu kita tidak bisa masuk," jawab mereka.
Pada malam hari ketika suaminya pulang, wanita itu menceritakan apa yang telah terjadi.
"Pergi dan katakanlah kepada mereka bahwa aku sudah ada di rumah dan undang mereka masuk!" Kata suaminya.
Wanita itu keluar dan mengundang kakek-kakek tua itu masuk
"Kami tidak masuk ke rumah bersama-sama" jawab mereka.
Tono berjalan pulang dari sekolah suatu hari, ketika itu dia melihat satu pria di depannya tersandung dan menjatuhkan semua buku yang dibawanya, bersama dengan dua sweater, stik baseball, sarung tangan dan sebuah tape recorder kecil. Tono berlutut dan membantu si pria mengambil buku yang tersebar.
Karena mereka akan melalui jalan yang sama, si Tono membantu membawa sebagian beban dari si pria. Saat mereka berjalan, Tono mengetahui nama pria itu Budi, ia suka video game, baseball dan sejarah, dan ia memiliki banyak masalah dengan mata pelajaran lain dan dia baru saja putus dengan pacarnya.
Mereka tiba di rumah Budi, dan Tono diundang ke dalam rumah untuk berkunjung dan menonton televisi. Sore itu berlalu dengan canda tawa dan beberapa obrolan ringan, kemudian Tono pulang. Mereka terus bertemu di sekitar sekolah, makan siang bersama sekali atau dua kali, dan kedua lulus dari sekolah SMP. Mereka kemudian lulus dari SMA yang sama di mana mereka terus kontak selama bertahun-tahun. Akhirnya suatu hari Budi tanya Tono jika Tono punya waktu untuk berbincang-bincang.
Cerita ini diadaptasikan dari cerita Kent Nerburn.
Dua puluh tahun lalu, saya mengendarai taksi untuk mencari nafkah.
Ini adalah kehidupan seorang koboi, sebuah kehidupan bagi seseorang yang ingin tidak memiliki bos.
Apa yang saya tidak sadari adalah bahwa itu juga pelayanan.
Karena saya mengemudi di shift malam, taksi saya menjadi tempat pengakuan bergerak. Penumpang masuk, duduk di belakang saya, dan bercerita tentang kehidupan mereka. Saya bertemu orang yang hidupnya membuat saya kagum, dimuliakan, dan membuat saya tertawa dan menangis.
Tapi tak satu pun menyentuh saya lebih dari seorang wanita yang naik taksi saya pada suatu malam bulan Agustus.
Ketika saya tiba di 2:30 malam, gedung itu gelap kecuali lampu di jendela lantai dasar.
Dalam keadaan ini, banyak driver hanya akan membunyikan klakson sekali atau dua kali, tunggu sebentar, lalu pergi.
Tapi saya telah melihat terlalu banyak orang yang tergantung pada taksi sebagai sarana transportasi satu-satunya. Kecuali situasi berbau bahaya, saya selalu datangi pintu dan mengetuknya. Penumpang ini mungkin seseorang yang membutuhkan bantuan saya, saya beralasan untuk memberanikan diri saya sendiri.
Jadi saya berjalan ke pintu dan mengetuk. "Tunggu sebentar", jawab suara lemah lansia. Saya bisa mendengar sesuatu yang diseret di lantai.
Setelah kehilangan orang tuanya, orangutan yang berusia 3 tahun ini begitu tertekan. Dia tidak mau makan dan tidak menanggapi perawatan medis.Para pawang mengira ia pasti akan mati karena kesedihannya.
Penjaga kebun binatang juga menemukan anjing sakit tua tergeletak di taman sekitar kebun binatang di mana orangutan itu tinggal dan membawa anjing itu ke pusat pengobatan hewan.Anjing itu tiba pada saat yang bersamaan dengan orangutan yang sedih itu sedang dirawat. Dan dua hewan yang kesepian ini pun bertemu dan telah tak terpisahkan sejak itu.
Mereka tinggal di Northern California di mana berenang adalah waktu favorit mereka, meskipun Roscoe (orangutan) sedikit takut air dan membutuhkan bantuan temannya untuk berenang.
Saya tahu Andamembaca ini. Dan sayaingin Anda tahu saya menulis iniuntuk Anda.Tidak ada orang lainakan mengerti. Tidak ada orang lainyang tahu. Mereka berpikirbahwa ini adalahuntuk mereka. Tapi itu tidak benar.
Apakah Anda pernah diminta orang tua membelikan sesuatu di pasar? Diminta untuk menjemput pacar di mal? Diminta bos mengerjakan tugasnya? Diminta teman menemani makan bersama di restoran?
Apakah Anda melakukannya?
Permintaan ini terkesan tidak menyenangkan, karena kita memiliki waktu untuk kita sendiri melakukan hal yang kita sukai. Mungkin pada waktu diminta orang tua membelikan sesuatu di pasar, kita lagi asik mengobrol dengan teman. Waktu diminta teman menemani makan bersama di restoran, mungkin kita sibuk dengan pekerjaan kita yang harus diselesaikan segera.
Jadi kenapa kita harus melakukan semua ketidaksenangan itu?
Ketika menunggu lampu merah berganti menjadi hijau, ketika menunggu pesanan makanan yang tidak kunjung datang, ketika pasangan mengatakan hal yang buruk mengenai kita. Terkadang banyak hal yang dengan mudah akan menyulut api kemarahan kita.
Jika kita tidak sabar, kita cenderung bersikap yang kurang baik alhasil dapat juga merugikan orang lain.
Jadi apakah marah itu baik?
Marah itu wajar dan malah harus dimiliki setiap orang, tetapi cara penerapan kemarahan tersebut yang perlu diperhatikan.
Apakah Anda pernah mengalami situasi di mana Anda marah dan karena itu, Anda bersikap yang kurang baik kepada lawan bicara Anda yang mengakibatkan lawan bicara Anda juga marah kepada Anda (padahal sebelumnya lawan bicara Anda baik-baik saja)?
Rasa sakit, sedih, dan pahit terkadang mewarnai kehidupan kita. Kita tidak tahu kapan itu akan datang, dan tentunya tidak mengharapkan semuanya itu.
Apa yang dilakukan ketika kita dihadapkan pada situasi ini? Kebanyakan dari kita kesal, marah, dan berujung dengan melepaskan semuanya itu ke sesama, barang ataupun alam.
Mungkin kita berpikir, karena begitu penatnya otak kita sehingga pihak lain harus mengerti dan memaklumi.
#Shareiscare - kiriman dari Amanda Tiara Averousi (Sumber :Bulletin Alifa edisi 135 5000 11 September 2009)
Jika Anda tinggal di rumah yang baik, memiliki cukup makanan dan dapat membaca …. Anda adalah bagian dari kelompok terpilih.
Jika Anda bangun pagi ini dan merasa sehat … Anda adalah lebih beruntung dari jutaan orang yang mungkin tidak akan bertahan hidup minggu ini.
Jika Anda tidak pernah merasakan bahaya perang, kesepian karena dipenjara, kesakitan karena penyiksaan,
atau kelaparan …. Anda berada selangkah lebih maju dibandingkan 500 juta orang di dunia.
Menjadi bahagia tidak harus menjadi ambisi jangka panjang. Anda bisa mulai sekarang juga. Dalam 30 menit ke depan, lakukan sebanyak mungkin saran di bawah ini. Tidak hanya akan tugas-tugas ini sendiri meningkatkan kebahagiaan Anda, tetapi ini juga akan meningkatkan mood Anda.
1. Naikkan tingkat aktivitas Anda untuk memompa energi Anda. Jika Anda sedang berdiri dan telepon dan ingin naik ke lantai atas, pakai tangga bukan lift. Masukkan lebih banyak energi ke dalam suara Anda sampai teman bicara Anda merasakannya. Berjalan kakilah 10 menit lebih cepat. Bahkan lebih baik ...