Akibat Dari Break Dalam Hubungan


Secangkir teh hangat menemani pemikiran di sore hari. Pikiranku melayang pada satu kata. CINTA. 

Hidup tak pernah terlepas dari kata Cinta. Cinta tentunya melibatkan dua belah pihak yang memiliki perasaan yang sama. Sebuah hubungan pun seperti yang kita ketahui, selalu ada lika liku yang akan dihadapi. Saat senang, saat sedih, kita ditantang untuk menjalaninya. 

Dalam sebuah hubungan pun muncul berbagai istilah seperti 'Break'. Dimana dalam pengertiannya adalah jeda sementara dari sebuah hubungan. Break tidak berarti putus. Break terkesan seolah menunda bahkan terkadang justru mengarah pada putusnya hubungan tersebut. Namun, tidak selalu berakhir, bahkan dengan situasi tersebut selesai, justru dapat merekatkan kembali hubungan pasangan. 

Namun, Apakah perlu break terlebih dahulu untuk menjadi lbh dekat dengan pasangan? 

Bagaimana menurut anda? Perlukah sebuah break dalam sebuah hubungan? 

Pribadi saya berpendapat, terkadang break tidak diperlukan. Karena dengan adanya sebuah break hanya akan menunda dan membuat sebuah hubungan menjadi 'gantung'. Bukankah jika sebuah hubungan pada akhirnya akan berakhir, lebih baik dibicarakan hati ke hati? Apakah break merupakan sebuah solusi?

Jika memang kedua pasangan memerlukan waktu untuk saling instropeksi, maka ambillah waktu sejenak dengan tidak menggunakan kata break. 
Bagaimana menurut anda? Apakah break merupakan sebuah 'solusi' positif atau justru sebuah proses yang akan berakhir pada selesainya hubungan? 
Akibat Dari Break Dalam Hubungan via @Kutipan_AndaTweet this!

No comments:

Post a Comment