Dilema Bangun Pagi


Ketika ditanya, apakah suka bangun pagi? Kebanyakan orang menjawab 'sebenarnya tidak, tapi terpaksa karena ...' 

Jarang orang yg suka bangun pagi apalagi jika semalem mereka bergadang karena lembur, karena pergi dengan teman dll

Tapi ada juga yang suka bangun pagi, mungkin karena terbiasa, merasa segar, tuntutan pekerjaan dsb.

Tapi sebenarnya bangun pagi itu perlu atau tidak?

Dari kecil kita sudah diajarkan untuk bangun pagi, tapi kita tidak diajarkan arti bangun pagi itu.

'Harus bangun pagi, kalo ga, nanti rezeki dipatok ayam' begitu kata orang tua.

Intinya memang baik mengajar kita cepat bangun agar dapat segera menjemput rezeki.

Tapi apakah cuma itu?

Sebenarnya tidak ada yg mengharuskan kita bangun pagi kecuali tuntutan kerja dll. Tapi bangun pagi yg dipaksa itu pun tidak produktif, karena Anda memulai hari dengan menggerutu, tidak segar dan rasa kesal.

Jadi bangun pagilah karena Anda ingin bangun pagi, bukan dipaksa keadaan. 

Jika tidak bisa, biasakan tidur cepat dan dengan begitu Anda akan bangun pagi dengan sendirinya keesokan hari

Jangan memulai hari dengan terpaksa karena rezekipun akan datang susah, tapi jika memulai hari dengan sukarela maka rezekipun akan kelihatan di depan mata.

Dilema Bangun Pagi


Ketika ditanya, apakah suka bangun pagi? Kebanyakan orang menjawab 'sebenarnya tidak, tapi terpaksa karena ...' 

Jarang orang yg suka bangun pagi apalagi jika semalem mereka bergadang karena lembur, karena pergi dengan teman dll

Tapi ada juga yang suka bangun pagi, mungkin karena terbiasa, merasa segar, tuntutan pekerjaan dsb.

Tapi sebenarnya bangun pagi itu perlu atau tidak?

Dari kecil kita sudah diajarkan untuk bangun pagi, tapi kita tidak diajarkan arti bangun pagi itu.

'Harus bangun pagi, kalo ga, nanti rezeki dipatok ayam' begitu kata orang tua.

Intinya memang baik mengajar kita cepat bangun agar dapat segera menjemput rezeki.

Tapi apakah cuma itu?

Sebenarnya tidak ada yg mengharuskan kita bangun pagi kecuali tuntutan kerja dll. Tapi bangun pagi yg dipaksa itu pun tidak produktif, karena Anda memulai hari dengan menggerutu, tidak segar dan rasa kesal.

Jadi bangun pagilah karena Anda ingin bangun pagi, bukan dipaksa keadaan. 

Jika tidak bisa, biasakan tidur cepat dan dengan begitu Anda akan bangun pagi dengan sendirinya keesokan hari

Jangan memulai hari dengan terpaksa karena rezekipun akan datang susah, tapi jika memulai hari dengan sukarela maka rezekipun akan kelihatan di depan mata.

Ini Alasan Mengapa Anda Harus Memaafkan


Begitu rapuhnya kita sebagai manusia, sehingga mustahil rasanya ada manusia yang tidak pernah melakukan salah. Entah itu disengaja atau tidak disengaja. Ya, melakukan kesalahan memang terasa tidak baik, bahkan tidak nyaman dirasakan. Namun ini adalah hal yang manusiawi. Pertanyaannya, apakah ada kata maaf yang Anda lewatkan ?

Anda pasti ingin dimaafkan ketika melakukan kesalahan, seburuk apa pun itu. Karena kita merasa pantas untuk dimaafkan, karena kita pun tahu bahwa kita menyesal. Ini pun adalah tindakan baik, karena hanya orang yang kesadaran dirinya baiklah yang mampu menyesali tindakannya, lalu doa baik ini pun dikabulkan. Pacar, Sahabat, Keluarga yang kita kecewakan akhirnya memaafkan kita.

Namun ketika hal sebaliknya terjadi, kita terasa sulit sekali memaafkan. Namun setiap kali rasa kesal dan sesak Anda rasakan, coba tahan beberapa detik saja emosi Anda untuk berkata seperti ini pada diri sendiri. 

"Aku pun pernah melakukan kesalahan. Dan tanpa diminta, ia lalu memaafkan kesalahanku. Maka aku pun harus memaafkannya akan kesalahan ini, karena ia pantas seperti aku pun yang ia pantaskan untuk diberi maaf".

Lalu bagaimana kalau kesalahannya berat? Atau Anda berkata kalau Anda bukanlah Tuhan Yang Maha Pengampun? 

Maka ingatlah manusia adalah satu-satunya makhluk yang bisa memberikan maaf, dan dalam kerapuhan sebagai manusia pun. Dia berikan pada kita kekuatan untuk mencintai sesama, ini adalah bentuk pengampunan-Nya kepada setiap manusia tanpa syarat. 

Mengubah Jomblo Menjadi Pribadi Yang Pantas


Jomblo sering digambarkan sebagai status yang buruk. Mulai dari pribadi yang sering galau, suka mengeluh, atau cari perhatian. Apakah Anda termasuk dalam kategori jomblo seperti ini ?

Kalau iya pun tidak apa-apa, lumrah sebagai jomblo Anda merasa galau atau mengeluh. Namun jangan terlalu lama, karena sebenarnya jomblo adalah kesempatan bagi kita yang sedang sendiri untuk meningkatkan kebaikan dalam diri. Jangan takut tidak memiliki pasangan karena sibuk memperbaiki diri, karena pria baik adalah untuk wanita baik, Tuhan telah merencanakan seperti itu adanya.

Sebagai jomblo juga sebaiknya harus mengerti bahwa Cinta adalah rencana Tuhan yang baik. Semua ini sepeti ketika Saya ingin memberikan Anda air bersih untuk diminum, jika cangkir yang Anda gunakan bersih, maka air yang Saya akan tuangkan tetap bersih dan bisa Anda minum. Tapi jika cangkir yang Anda gunakan tidak bersih, maka air bersih yang akan Saya berikan pun menjadi tidak bersih.

Begitu juga rencana baik Tuhan akan cinta untuk Anda. Rencananya adalah baik, maka jika kita tidak mempersiapkan diri sebagai cangkir yang baik, maka rencana baik pun menjadi berkurang kebaikannya. Namun jika menjadi cangkir yang baik untuk rencana-Nya yang baik, maka rencana itu akan semakin baik.

Maka mari manfaatkan waktu menjadi jomblo ini untuk menjadi jomblo yang berkualitas, jomblo yang mengerti bagaimana membenahi diri dan hati. Sehingga ketika Tuhan pun tahu kapan harus menjadikan rencana baiknya atas Anda ini menjadi nyata.

Niat Harus Ditindaklanjuti


Ketika kita ngobrol dengan teman, kecenderungan manusia adalah menilai orang lain. Yang akhirnya bertumbuh menjadi gosip.

Orang bijak mengatakan jangan menilai orang lain dari niatnya, namun dari tindakannya. 

Ketika mencoba untuk bercermin, kita juga harus berpikiran sama, jangan menilai dirimu sendiri dari niat. Seringkali, kita berbicara menggebu-gebu mengenai apa yang kita inginkan, atau apa yang ingin kita lakukan. Namun, ketika ingin merealisasikannya belum tentu semudah mengatakannya. Mungkin karena malas, atau karena ada pengaruh lingkungan luar. 

Intinya, jangan terlalu senang atau bangga pada apa yang kita pikirkan atau hanya kita bicarakan. Lakukan, dan buktikan. 

Niat memang baik tapi jika tidak dilakukan maka akan sia-sia. Niat baik yg tidak ditindaklanjuti dengan baik maka tidak akan berbuah apa-apa.