Renungan Seorang Anak


Orang yang mencintai hingga kita menutup mata ialah IBU.
Orang yang mencintai kita dengan tiada ekpresi mata ialah BAPAK.

IBU - Memperkenalkan kita kepada dunia.
BAPAK - Memperkenalkan dunia kepada kita.

IBU - Membawa kita kepada kehidupan.
BAPAK - Membawa kehidupan kepada kita.

IBU - Menjaga kita supaya tidak lapar.
BAPAK - Membuat kita tahu makna lapar.

IBU - Memberi kita Kasih Sayang.
BAPAK - Memberi kita Tanggung Jawab.

IBU - Mengajar kita supaya tidak terjatuh.
BAPAK - Mengajar kita bangun bila terjatuh.

IBU - Mengajarkan kita untuk Berjalan.
BAPAK - Mengajarkan kita jalan Hidup.

IBU - Mengajar kita melalui Pengalamannya.
BAPAK - Mengajar kita untuk mendapatkan Pengalaman.

IBU - Memperkenalkan Ideologi.
BAPAK - Memperkenalkan Realitas.

KASIH IBU diketahui semenjak kita dilahirkan.
KASIH BAPAK diketahui bila dia sudah tiada.

Kasihilah BAPAK kita selagi masih hidup.
Sayangilah IBU kita selagi masih hidup.

Selagi mereka masih ada.... rumah tidak akan berseri tanpa kehadiran anak, tapi rumah akan lebih sunyi bila IBU & BAPAK sudah tiada....

Ini sekadar renungan bersama buat kita sebagai ANAK dan sebagai IBU BAPAK bagi anak-anak kita.

Cara Mengatasi Malu Karena Masa Lalu

Tidak ada "orang baik" yang tidak punya masa lalu,

Dan tidak ada "orang jahat" yang tidak punya masa depan.

Setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk berubah menjadi lebih baik.

Bagaimanapun masa lalunya dahulu, sekelam apa lingkungannya dulu, dan seburuk apa perangainya di masa lampau.

Berilah kesempatan seseorang untuk berubah.

Jangan melihat seseorang dari masa lalunya.

Jangan memandang seseorang dari status dan hartanya.

Intinya,

Jangan memandang remeh seseorang karena masa lalu dan lingkungannya, karena bunga teratai tetap mekar cantik meski tinggal di air yang kotor.

Maka untuk jadi hebat yang diperlukan adalah kuatnya tekad.

Tak perlu pusingkan masa lalu, tak perlu malu dengan tempat asalmu, jika kau mau.

Kau bisa menjadi laksana bunga teratai yang tinggal di air yang kotor namun tetap mekar mengagumkan.

Berubah dan bangkit jauh lebih indah dari pada diam dan hanya bermimpi tanpa melakukan tindakan apapun.

John Paul Dejoria dari Anggota Geng L.A. Menjadi Pengusaha Miliaran


Sebagai generasi pertama Amerika, DeJoria mengalami kesulitan hidup dari awal.

Orang tuanya yang berasal dari Yunani dan Italia bercerai ketika ia berumur dua tahun, dan dia menjual kartu Natal dan koran untuk membantu menghidupi keluarganya sebelum ia berumur 10 tahun. Dia akhirnya dikirim untuk tinggal di sebuah rumah asuh di Los Angeles.

DeJoria menghabiskan separuh waktunya dengan geng L.A. sebelum bergabung militer. Setelah itu ia mencoba menjadi karyawan di Redken Laboratories, ia mengambil pinjaman $ 700 dolar dan menciptakan John Paul Mitchell Systems. Dia menjajakan shampoo door-to-door perusahaan, dan tinggal hanya di mobilnya saat melakukan usaha itu.

Tapi jerih payahnya ternyata tidak sia-sia, akhirnya kualitas produknya pun tidak dapat dipungkiri, dan sekarang JPM Sistem memiliki pendapatan tahunan hampir $ 1 miliar. Ia juga menciptakan Patron Tequila dan memiliki perusahaan dalam berbagai industri, dari berlian sampai ponsel.

Belajar Baik Sama Diri Sendiri


Suka bilang bisnis sepi, bisa sepi beneran..

Suka bilang kalau bisnis pasti gagal, ujung - ujungnya akan gagal beneran

Sering kali apa yang kita ucapkan akan berbuah manis sesuai dengan apa yang akan terjadi.

Karena bawah sadar kita mengasosiakan hal itu akan terjadi.

Maka tidak jarang, orang ngebayangin dirinya bakal punya bisnis dengan puluhan karyawan, keluarga yang bahagia, sahabat yang saling mendukung, semakin dekat dengan agama, orang tua bangga.. eh itu beneran kejadian.

Jadi, kurang - kurangin deh ngeluh biar tidak jadi kebiasaan, kurangin nonton berita kriminal biar ga ikut - ikutan kriminal, kurangin nonton tentang cinta - cintaan galau kalau tidak mau galau & baperan.

Belajar baik sama diri sendiri.

Cerita Penembak Tangan Kanan yang Menjadi Kidal


Takacs, seorang sersan di tentara Hungaria, adalah anggota dari kejuaraan dunia tim menembak (pistol) bangsanya.

Pada usia 28, sebuah granat meledak di tangan kanannya, sehingga ia tidak bisa menggunakannya lagi. Dia belajar sendiri untuk menembak kidal dan 10 tahun kemudian, menetapkan rekor Olimpiade dunia dengan 580 poin dan memenangkan medali emas di Olimpiade 1948 di London. Ia memenangkan medali emas kedua dengan 579 poin di Olimpiade 1952 di Helsinki, lagi menggunakan tangan kirinya. Pada usia 46, Takacs muncul terakhirnya di Olimpiade, dan meraih tempat kedelapan di Melbourne pada tahun 1956.