Apa Yang Harus Dilakukan Jika Orang Berkata Kasar Kepada Kita?


Suatu hari seorang lelaki memarahi kakeknya dengan kata-kata kasar. Sang Kakek mendengarkannya dengan sabar, tenang, tidak berkata sepatah pun.

Akhirnya lelaki itu berhenti memaki.
Setelah itu, Kakek bertanya kepadanya,

"Jika seseorang memberimu sesuatu tapi kamu tidak menerimanya, lalu menjadi milik siapakah pemberian itu?”

“Tentu saja menjadi milik si pemberi.” Jawab lelaki itu.

”Begitu pula dengan kata-kata kasarmu,” timpal Kakek.

”Aku tidak mau menerimanya, jadi itu milikmu. Kamu harus menyimpannya sendiri. Aku mengkhawatirkan kalau nanti kamu harus menanggung akibatnya, karena kata-kata kasar hanya akan membuahkan penderitaan.

Sama seperti orang yang ingin mengotori langit dengan meludahinya. Ludahnya hanya akan jatuh mengotori wajahnya sendiri.”

Rezeki Vs Batu


Seorang mandor bangunan yg berada di lt 5 ingin memanggil pekerjanya yg sdg bekerja di bawah.

Setelah sang mandor berkali-kali berteriak memanggil, si pekerja tidak dapat mendengar karena fokus pada pekerjaannya dan bisingnya alat bangunan.

Sang mandor terus berusaha agar si pekerja mau menoleh ke atas, dilemparnya Rp 1.000- yg jatuh tepat di sebelah si pekerja.

Si pekerja hanya memungut Rp 1.000 tsb dan melanjutkan pekerjaannya.

Sang mandor akhirnya melemparkan Rp 100.000 dan berharap si pekerja mau menengadah "sebentar saja" ke atas.

Akan tetapi si pekerja hanya lompat kegirangan karena menemukan Rp 100.000 dan kembali asyik bekerja.

Pada akhirnya sang mandor melemparkan batu kecil yang tepat mengenai kepala si pekerja. 

Merasa kesakitan akhirnya si pekerja baru mau menoleh ke atas dan dapat berkomunikasi dengan sang mandor.

Cerita tersebut di atas serupa dengan kehidupan kita, TUHAN selalu ingin menyapa kita, akan tetapi kita selalu sibuk mengurusi "dunia" kita.

Kita diberi rejeki sedikit maupun banyak, sering kali kita lupa untuk menengadah bersyukur kepada NYA...

Bahkan lebih sering kita tidak mau tahu dari mana rejeki itu datang, kita selalu bilang... kita lagi "HOKI!"

Yang lebih buruk lagi kita menjadi takabur dengan rejeki milik TUHAN

Jadi jangan sampai kita mendapatkan lemparan "batu kecil" yg kita sebut musibah..!
agar kita mau menoleh kepada-NYA...

Sungguh TUHAN sangat mencintai kita, marilah kita selalu ingat untuk menoleh kepada NYA. 

Sehingga tak perlu lagi lemparkan batu kecil lagi saat 'Ia' rindu dan ingin berkomunikasi dgn kita...

Kekuatan Sebuah Perkataan


Joyce Meyer, penulis dan pembicara televisi, suatu saat bersama suaminya, Smith, mengunjungi restoran favorit mereka.

Setelah memesan menu, seorang pelayan membawa baki berisi pesanan mereka.

Tanpa disengaja baki itu tumpah dan isinya menimpa Smith yang saat itu mengenakan jas kesukaannya.

Smith yg terkena tumpahan itu tersenyum sambil berkata, "Tidak apa-apa, semuanya baik-baik saja." Joyce turut membantu dan membereskan makanan dan minuman yg berceceran di lantai dan di tubuh Smith sambil tetap bersikap ramah. Bukan hanya itu, mereka berdua menemui pemilik restoran, meminta agar ia tidak memecat karyawan yg baru saja bertindak ceroboh itu.
Melihat tanggapan Joyce dan suaminya, pelayan itu membungkuk untuk meminta maaf. Saya baru bekerja disini. Saya gugup dan merasa seperti bermimpi ketika bertemu langsung dengan Ibu. Saya selalu mengikuti pembicaraan Ibu di televisi setiap hari."

Ya..., kira-kira apa yg akan terjadi seandainya Joyce dan suaminya bersikap sebaliknya? Tak ayal semua pembicaraannya yg didengar pelayan itu melalui televisi akan menjadi sia-sia. Dan, pelayan itu akan mengingat Joyce sebagai seorang pembicara yg munafik.

Kadang-kadang Allah menguji integritas dan bobot perkataan kita melalui peristiwa yg tidak disangka-sangka. Tanggapan kita terhadap peristiwa itu menunjukkan kualitas KARAKTER kita yg sesungguhnya. Karena itu, hendaklah kita melakukan segala sesuatu dengan mata yg tertuju kepada Allah. Kiranya kita tidak terpeleset ke dalam sikap yg memalukan.

"Sikap dan perilaku kita adalah ilustrasi yang paling efektif, Dan menjadi bukti dari apa yg pikirkan dan katakan..."

Dimanfaatkan vs Dicintai


Ketika seorang laki laki sedang memoles mobil barunya.
Datanglah anak laki lakinya yang berumur sepuluh tahun yang mengambil batu dan membuat goresan disamping mobilnya.

Dalam kemarahannya akibat melihat perbuatan anaknya itu.
Laki laki tersebut mengambil tangan anaknya dan memukulnya berulang kali.
Tanpa menyadarinya bahwa dia menggunakan obeng untuk memukulinya.

Di rumah sakit, sang anak kehilangan seluruh jari jemari tangannya karena patah seluruhnya.

Ketika sang anak melihat ayahnya...
Dengan sorot mata yang kesakitan,dia bertanya "Ayah kapan jari jariku akan tumbuh lagi???"

Laki laki itu sangat terluka dengan pertanyaan anaknya dan tak dapat berkata apapun.
Dia kembali ke mobilnya dan menendangi mobilnya berulang kali.

Terpukul oleh ulahnya sendiri.
Dia duduk di depan mobil dan melihat goresan tersebut.

Anaknya menuliskan kata kata, AKU MENCINTAIMU AYAH.

Keesokan harinya laki laki itupun bunuh diri...

Barang-barang adalah untuk dimanfaatkan sedangkan orang adalah untuk dicintai.

Akan tetapi masalah yang terjadi pada saat itu adalah justru sebaliknya.

Orang adalah yang dimanfaatkan dan barang adalah yang dicintai.

Rahasia Keharmonisan Keluarga


Pada suatu pesta PERKAWINAN EMAS,  nyonya rumah yg sudah tua menjawab pertanyaan MC & inilah dialog mereka.

MC : Apakah ibu merasa suami ibu ada kekurangannya?

Si nyonya : Sebanyak bintang di langit! Tidak sanggup menghitung semuanya!

MC : (Terkejut) Apakah kebaikan suami ibu juga banyak sekali?

Si nyonya : Sedikit sekali! Bagaikan matahari di langit!

MC : (Gregetan) Trus kenapa ibu bisa hidup bersamanya setengah abad & tetap saling menyayangi? (Heran)

Si nyonya : Karena begitu matahari terbit, semua bintang di langit jadi tdk kelihatan!

MC : Luaaaarr biasaa

"Kebencian menimbulkan pertengkaran tetapi rasa kasih sayang menutupi semua kekurangan."

Sungguh luar biasa sekali. Inilah rahasia keharmonisan dan kerukunan dimana pun juga. Kelanggengan persahabatan, keharmonisan pasangan, kerukunan keluarga karena saling mengalah dan melihat kebaikan masing-masing atas dasar "Kasih Sayang".

Lihatlah Kebaikan...
Lupakan Kesalahan...