Surat Kecil dari Tuhan


Kepada : KAMU
Tanggal : HARI INI 
Dari : TUHAN
Perihal : DIRIMU 

Ini AKU, 
AKU yang akan menangani semua masalahmu.. 
 
Dan ingat, 
Bila dunia ini menyodorkan masalah yang tidak dapat kau tangani sendiri, 
Jangan berusaha menyelesaikan masalah itu. 
Tetapi, serahkanlah masalahmu itu kepadaKu. 
AKU akan menyelesaikan masalahmu sesuai JADWAL yang AKU tentukan sendiri. 

Semua masalahmu PASTI akan AKU selesaikan, tetapi sesuai jadwalKu, bukan jadwalmu. 

Setelah semua masalahmu kamu serahkan kepadaKu, Janganlah kamu pikirkan dan khawatirkan. 
Sebaliknya, fokuslah kepada semua hal-hal BAIK yang sedang terjadi padamu sekarang.

Bila kamu terjebak kemacetan di jalan, Janganlah marah, 
Sebab masih banyak orang di dunia ini yang tidak pernah naik mobil seumur hidupnya. 

Bila kamu berhadapan dengan masalah di tempat kerja, 
Berpikirlah bahwa masih banyak orang yang menganggur bertahun-tahun tanpa pekerjaan.

Bila kamu sedih karena hubungan keluarga, pikirkanlah orang-orang yang belum pernah merasakan mencintai dan dicintai. 

Bila kamu merasa bosan dengan akhir minggu, pikirkanlah orang-orang yang harus lembur siang malam tanpa libur utk menghidupi keluarga dan anak-anaknya. 

Bila kendaraanmu mogok dan mengharuskan kamu berjalan kaki, 
Janganlah marah, 
Pikirkanlah orang-orang cacat yang sangat ingin merasakan berjalan di atas kaki sendiri. 

Bila kamu melihat di cermin rambutmu mulai beruban, 
Janganlah bersedih, 
sebab mempunyai rambut hanyalah merupakan impian bagi orang-orang yang dalam perawatan Kemoterapi. 

Bila kamu merenungi makna hidupmu di dunia ini & merenungi apa tujuan hidup mu ini ? 

Bersyukurlah... karena banyak orang yang tidak punya kesempatan hidup yang cukup lama untuk merenungi hidup mereka. 

Harga Sebuah Baju


Seorang lelaki kaya nan sombong berjalan di keramaian pasar. Seorang wanita paruh baya penjual minyak, dengan kendi di atas kepala, ember ditangan kanan, melintas di hadapan nya. Lelaki itu bertanya : "Wahai wanita, dagangan apa yang engkau bawa ?",
Yang ditanya menjawab : " minyak tuan " .
"Coba aku pingin lihat " lelaki itu berkata dengan nada suara datar.
Susah payah wanita paruh baya itu menaruh ember yang ia bawa lalu berusaha menurunkan kendi dan ..
"Tes .. tes "  gemetar tangan si wanita membuat kendi berguncang, sedikit minyak tumpah , menetes mengenai baju lelaki itu.

Seketika amarah lelaki itu meledak tanpa belas kasihan ia menghardik wanita malang penjual minyak itu :
"Aku tidak terima, kau harus membayar bajuku yang engkau kotori ini " 
" Maaf tuan, saya tidak sengaja, maafkanlah saya" wanita itu bersimpuh memelas & menghiba.
"Enak saja, tidak bisa! ayo bayar bajuku ini " bertambah tinggi suara amarah lelaki itu. 

Tak berdaya dengan suara lirih wanita malang itu memberanikan diri bertanya
"Memangnya berapa harga baju tuan ini ?" 
"Baju ini harganya 1000 dinar .. ayo bayar !!!"  
Kaget sekali wanita itu, ia menghiba "Dari mana uang sebanyak itu tuan? Saya ini wanita miskin " 

Emosi dan kesombongan lelaki itu memuncak : 
"Aaah, saya tidak mau tahu itu. Baju yang kau kotori ini harus kau bayar"
Pemandangan ini menyebabkan terhentinya langkah seorang lelaki muda. Ia lalu berdiri disisi wanita malang itu sambil berkata : 
"Ini uang 1000 dinar, biar baju tuan yang mulia ini saya bayar " 
Ia mengeluarkan kantung uang dari saku bajunya dan memberikannya pada lelaki jumawa yang lalu menerima dan menghitung uang 1000 dinar dgn mata berbinar.

Wanita itu berterimakasih berkali2 pada lelaki muda dewa penolongnya itu.
Merasa uang yang ia inginkan sudah diperoleh laki2 sombong itu segera melangkah pergi.

"Eeh nanti dulu " hardik lelaki muda itu. 
"Ada apa lagi ?" balasnya ketus 
Dengan tenang lelaki muda itu berkata : "Kan sudah saya bayar bajumu itu,  sini berikan baju itu padaku, itu baju milikku "
Terbelalak mata lelaki sombong itu berkata : "Lha jadi saya berjalan di pasar ini telanjang bulat "
Ketus lelaki muda menjawab: " itu bukan urusan saya, bawa sini sy sudah bayar 1000 dinar. itu baju milik saya " 

Orang2 yang sedari tadi berkerumun dan geram dengan kelakuan si lelaki sombong rame2 berteriak : "Ayo buka bajunya " 
"Serahkan bajunya, itu bukan milikmu " 
Merasa terpojok dengan suara memelas si sombong menundukkan kepala berkata pada lelaki muda : " ini ambil kembali uangmu ini. Aku tidak jadi menjual bajuku ini " 

Laki2 muda berkata : "Siapa bilang saya mau menjual baju itu? Saya tidak ingin menjualnya, sini serahkan bajuku " 
Pucat pasi wajah si lelaki sombong, ia menghiba : "Tolonglah, jual kembali baju ini padaku " 
Setelah memohon berkali2 akhirnya laki2 muda itu berkata : "Baiklah, tapi karena baju itu milikku. Aku tidak akan menjualnya kecuali dengan harga 2000 dinar " 
Pahit dirasa ludah yang terpaksa ditelan laki2 sombong itu demi mendengar omongan ini. 
Dengan wajah yang tetap menunduk ia lalu merogoh koceknya 2000 dinar. Menyerahkannya pada lelaki muda dan secepatnya berlalu pergi diiringi riuh rendah suara sorakan orang2 di pasar itu.

Laki2 muda itu lalu mengulurkan uang 2000 dinar itu pada wanita penjual minyak yang sedari tadi masih terduduk bersimpuh di dekatnya.
"Ibu, ini hadiah dariku untukmu "

*Barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan*

Kenapa Bersikap Sombong Itu Tidak Masuk Akal


Lahir : ditolong oleh Orang lain

Nama : diberi oleh Orang lain

Pendidikan : didapat dari Orang lain

Gaji : diterima dari Orang lain

Kehormatan : diberikan oleh Orang lain

Mandi pertama : dilakukan oleh Orang lain.

Mandi terakhir : dilakukan oleh Orang lain

Harta setelah meninggal : menjadi hak Orang lain

Pemakaman : dilakukan oleh Orang lain

Ternyata sejak lahir hingga meninggal kita selalu membutuhkan "Orang Lain".

Kita mulai sadar bahwa hidup ini membutuhkan orang lain :
*DIMANA KEHEBATAN KITA*

Ternyata, kita bukanlah siapa-siapa tanpa "ORANG LAIN".

Bersahabatlah dengan semua orang karena kita tidak tahu kapan kita membutuhkan bantuan mereka.  

Lebih Penting Pengalaman atau Pendidikan?


"Pengalaman adalah salah satu hal penting yang Tuhan gunakan untuk membentuk kita."

Tahukah kita ? pendidikan hanya menyumbang sekitar 15% dari pengetahuan kita, sisanya baru bisa kita dapatkan dari pengalaman hidup.

Jangan heran bila kita mendapati orang orang yang pendidikannya rendah hidupnya bisa lebih berhasil daripada orang orang yang berpendidikan tinggi.

Pendidikan memang penting tetapi sekolah kehidupan yang sesungguhnya ada dalam kehidupan sehari hari.

Semakin tinggi tingkat perjuangan hidup semakin dahsyat kekuatan pengalaman yang kita terima.

Bila hidup ini terasa terlalu sulit, jangan pernah frustasi dan patah hati karena Tuhan sedang menempa kita melalui pengalaman yang hebat agar kita menjadi orang yang kuat dan berhasil.

Surat seorang Kepsek di Singapura ke orang tua murid


Kepada Para Orangtua,

Ujian anak Anda akan dimulai sebentar lagi. Saya tahu Anda cemas dan berharap anak Anda berhasil dalam ujiannya.


Tapi, mohon diingat, di tengah-tengah para pelajar yang akan menjalani ujian itu, ada calon seniman, yang tidak perlu mengerti Matematika.


Ada calon pengusaha, yang tidak butuh pelajaran Sejarah atau Sastra.


Ada calon musisi, yang nilai Kimia-nya tak akan berarti.


Ada calon olahragawan, yang lebih mementingkan fisik daripada Fisika... di sekolah.


Ada calon photografer yang lebih berkarakter dengan sudut pandang art berbeda yang tentunya ilmunya bukan dari sekolah ini.


Sekiranya anak Anda lulus menjadi yang teratas, hebat! Tapi bila tidak, mohon jangan rampas rasa percaya diri dan harga diri mereka.


Katakan saja: "tidak apa-apa, itu hanya sekedar ujian." Anak-anak itu diciptakan untuk sesuatu yang lebih besar lagi dalam hidup ini.


Katakan pada mereka, tidak penting berapapun nilai ujian mereka, Anda mencintai mereka dan tak akan menghakimi mereka.


Lakukanlah ini, dan di saat itu, lihatlah anak Anda menaklukkan dunia. Sebuah ujian atau nilai rendah takkan mencabut impian dan bakat mereka.


Dan mohon, berhentilah berpikir bahwa hanya dokter dan insinyur yang bahagia di dunia ini.


Hormat Saya


Kepala Sekolah